DIKLAT MEDIATOR DAN MOU MWC UIN WALISONGO DENGAN IAIN SAMARINDA

Bertempat di hotel Pandanaran Semarang (25/3/2019), dilaksanakan Pendidikan Khusus Profesi Mediator (PKPM) angkatan ke 25 dan penandatangan kerjasama (Memorandum of Understanding) antara Walisongo Mediation Centre Universitas Islam Negeri Wali Songo Semarang dengan IAIN Samarinda.

Hadir dalam acara tersebut Rektor UIN Walisongo, Direktur dan pengurus WMC dan 22 orang peserta PKPM, 9 orang diantaranya adalah para Dosen Fakultas Syariah IAIN Samarinda.

Rektor membuka kegiatan PKPM angkatan 25 yg dilaksanakan dari tanggal 25 sampai 29 Maret 2019 secara resmi kemudian dilanjutkan
Penandatangan MoU terkait dengan kerjasama kedua belah pihak untuk peningkatan mutu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat serta peningkatan sumber daya manusia sesuai dengan tugas dan fungsi kelembagaan masing-masing. Selanjutnya ditandatangani pula Perjanjian Kerja Samanya antara Direktur Walisongo Mediation Centre UIN Semarang dengan Dekan Fakultas Syariah IAIN Samarinda terkait Bimbingan Teknis Pendidikan Khusus Profesi Mediator (PKPM).

Dalam sambutannya Rektor menyampaikan pentingnya profesi seorang mediator bukan saja menangani penyelesaian konflik pihak pihak yg perkara di lembaga peradilan tapi juga penyelesaian sengketa dalam dunia bisnis. Hadirnya Peraturan Mahkamah Agung RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan sangat memberi peluang bagi mediator bersertifikat untuk membantu lembaga peradilan dalam penyelesaian perkara perdata maupun pidana dengan jalan mediasi.

Dekan Fasya dalam sambutannya menyampaikan antusias dan harapan 20 orang peserta dari Kalimantan Timur mengikuti PKPM. Dipilihnya WMC UIN Semarang ini bukannya tanpa alasan, mengingat WMC UIN Semarang sudah sangat berpengalaman melaksanakan PKPM di beberapa wilayah di Indonesia.
(Humas Fasya)

News Reporter
“Terdepan Dalam Pengembangan Peradaban Keislaman Pada Kajian Syariah Dan Hukum Yang Berbasis Pluralitas Keindonesiaan”