Gelar Seminar Halal Pusat Kajian Halal Fakultas Syariah PUKAHA FASYA IAIN Samarinda Dapat Dukungan Banyak Pihak

Samarinda, 25 November 2019

Pusat Kajian Halal Fakultas Syariah IAIN Samarinda sukses menggelar acara “Seminar Halal” dengan tema “Mewujudkan Sadar Halal di Era Millenial” di Auditorium 22 dzulhijjah IAIN SAMARINDA kampus II Jl. H. A. M. Rifaddin, Loa Janan Ilir, Kota Samarinda.

“Seminar halal merupakan salah satu bentuk sosialisasi yang difasilitasi oleh PUKAHA FASYA IAIN Samarinda. Fakultas Syariah melalui PUKAHA FASYA sangat mendukung program sertifikasi halal, demi kenyamanan dan keamanan produk yang dikonsumsi konsumen Muslim, semoga PUKAHA FASYA terus berkreasi dan berinovasi dalam meningkatkan sadar halal di Samarinda “Kata Dr. Iskandar. M. Ag wakil dekan I bidang akademik Fakultas Syariah IAIN Samarinda pada sambutannya.u8

Kegiatan ini dibuka langsung oleh wakil rektor II IAIN Samarinda Bapak Prof. Dr. Zurqoni. M. Ag, beliau menyampaikan bahwa UU Jaminan produk Halal ini sangat penting untuk diterapkan, terlebih di Era millineal sekarang ini.

Seminar halal PUKAHA FASYA ini menghadirkan tiga narasumber yang ahli dibidang jaminan produk halal dan kajian halal yaitu Sulistyo Prabowo, S. TP., M. P, Ph. D, beliau merupakan salah satu auditor halal Internasional di LPPOM MUI Kalimantan Timur juga merupakan Ketua Unit Layanan Strategis Halal Center Universitas Mulawarman, Samarinda. Narasumber kedua merupakan praktisi di bidang jaminan produk halal perwakilan LPPOM MUI KALTIM yaitu Marwati, S. TP. M. P, beliau adalah Kepala Bidang Keuangan Di LPPOM MUI juga salah satu auditor halal di Kalimantan Timur, dan narasumber yang ketiga adalah Maisyarah Rahmi Hs, Lc. M.A, Ph. D, beliau merupakan Direktur Pusat Kajian Halal Fakultas Syariah IAIN Samarinda dan juga Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah IAIN Samarinda.

Seminar ini di moderatori oleh Ibu Yanti Haryani, S. H. I, M.H, beliau merupakan salah satu staff program studi di Fakultas Syariah IAIN Samarinda, dan merupakan aktifis yang sangat aktif dibidang pengembangan bakat mahasiswa, dan juga salah satu anggota persatuan asosiasi Hak Kekayaan Intelektual Indonesia.

Dalam kesempatan kali ini, para pemateri menyampaikan teori terkait peran LPPOM MUI terhadap sertifikasi halal Di Kalimantan Timur, peran auditor halal dalam sertifikasi halal dan juga pentingnya sertifikasi halal dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif. dengan pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap materi jaminan produk halal ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran halal, sehingga sadar halal atau halal lifestyle dapat terwujud di Era Millenial sekarang ini.

Mengingat telah diterapkannya Undang-undang nomor 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal, yang mana pada 17 Oktober 2017 lalu resmi diterapkan dan penerbitan sertifikasi halal kini beralih ke Badan Penyelenggara jaminan produk Halal BPJPH Kementerian Agama. Maka dengan berlakunya UU tersebut, peran Lppom MUI juga ikut berubah, yang dulunya sebagai penerbit sertifikasi halal maka untuk saat ini LPPOM MUI merupakan salah satu Lembaga Pemeriksa Halal LPH yang telah siap menjalankan program jaminan produk halal Di Kalimantan Timur dan juga Indonesia pada umumnya, karena untuk menjadi LPH lembaga tersebut haruslah sudah terakreditasi.

Marwati, S. T. P, M. P, menjelaskan bahwa LPPOM MUI Kalimantan Timur telah berupaya mensosialisasikan sertifikasi halal di Kota Samarinda khususnya dan Kalimantan Timur pada umumnya, LPPOM MUI selalu siap memfasilitasi dan mengaudit produk yang akan disertifikasi halal, bukan hanya produk hewan yang disertifikasi halal, namun smua produk yang beredar, demi keamanan dan kenyamanan konsumen muslim.

Unit Layanan Strategis UNMUL juga telah berupaya mendukung program sertifikasi halal DI Kalimantan Timur, dengan SDM yang memadai, diharapkan kedepan ULS Halal Center bekerjasama dengan PUKAHA FASYA melalui riset, penelitian dapat menghasilkan temuan baru yang dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat, peran auditor halal dan penyelia halal sangatlah penting untuk berjalannya sertifikasi halal “, jelas Sulistyo Prabowo Ph. D.

“Sejak diberlakukannya UU Jaminan Produk Halal maka para pelaku usaha wajib mengurus sertifikat halal pada setiap produk yang mereka pasarkan. Dengan UU ini para pelaku usaha yang tidak mengurus sertifikat halal dapat dikenakan hukuman pidana yaitu 5 tahun penjara atau denda sejumlah 2 Milyar Rupiah”. jelas Maisyarah Rahmi Ph. D

Memang secara konteks hukum Islam tidak ada perintah secara langsung untuk label halal, namun perintah yang jelas secara nash adalah memakan makanan yang baik dan halal. maka konsumen muslim wajib menghindari makanan yang haram. Ada kolerasi antara Hukum Islam dan Hukum Positif yang berlaku DI Indonesia terkait label halal ini, yaitu penerapan “mashlahah” yang mana ada kebaikan yang bermanfaat bagi umat dengan diberlakukannya sertifikasi halal. melihat banyaknya bahan olahan yang ditemukan berbahaya bagi tubuh, serta kandungan alkohol yang jelas haram dikonsumsi oleh orang Muslim. Begitu pula bahan olahan yang mengandung Babi dan barang yang tidak halal bagi muslim. Banyaknya kasus kecurangan pelaku usaha yang membuat bakso dari daging tikus atau daging kucing misalnya, atau karena daging halal yang tidak disembelih dengan aturan Hukum Islam. maka pada prinsipnya ayam adalah halal, namun jika disembelih tidak mengikuti syariat Islam. Maka ayam tersebut menjadi haram. dengan banyaknya kemudharatan dan keresahan yang dirasakan konsumen muslim. maka dengan adanya sertifikasi halal ini dapat menjawab keserahan muslim, dengan kepastian yang dimakan dan diminum serta digunakan adalah halal menurut hukum Islam”.tambah Maisyarah Ph.D

Peserta seminar halal ini dihadiri lebih dari 400 orang peserta yang terdiri dari para undangan, para pelaku usaha UMKM di Kota Samarinda, para dosen IAIN Samarinda, juga mahasiswa IAIN Samarinda, terutama Fakultas Syariah IAIN Samarinda. para peserta sangat antusias mengikuti seminar ini sampai tuntas.

Kegiatan seminar halal ini dimeriahkan oleh berbagai kreasi diantaranya senam kun anta, bazar, kontes foto di photobooth seminar halal PUKAHA FASYA, berbagi voucher gratis, dan juga berbagi yakult gratis yang disponsori langsung oleh yakult Indonesia Samarinda.

“Terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana yang telah bersusah payah mensukseskan acara ini, seluruh sponsorship yang telah mendukung terlaksananya kegiatan seminar halal ini, seluruh unsur pimpinan dekanat fasya dan rekotorat IAIN Samarinda serta seluruh sivitas akademika fasya, juga pihak LPPOM MUI KALTIM, ULS HALAL CENTER UNMUL. Tak lupa pula kami sampaikan terima kasih kepada semua sponsor yang telah mendukung kegiatan ini yaitu Spanduk disponsori oleh Baznas Kaltim, dekorasi panggung dan photobooth dari salon mirna Samarinda, bantuan dana dan aneka voucher gratis dari para sponsor yaitu 3sshop, odakado, Icon Steak, Sweetpie bouquetsmd, mommomilk Samarinda, toko piala, yakult, tahu Sumedang, Peti Kemas dan semuanya yang telah mendukung terlaksananya acara ini, alhamdulillah banyak dukungan dari semua pihak sehingga kegiatan ini akhirnya dapat terlaksana” ucap Firnando Risky Hidayat pada sambutannya selaku ketua panitia pelaksana seminar halal PUKAHA FASYA.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan persembahan tarian jepen lewang khas Kutai Kartanegara Kalimantan Timur dan juga tari Dayak Kalimantan Timur oleh mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Samarinda yang tergabung dalam Pusat Minat Bakat PUSMINBA FASYA.

“Halal itu penting, halal itu bukan hanya label tapi adalah gaya hidup, kita adalah cerminan diri kita, apa yang kita makan dan minum sangat berpengaruh kepada diri dan jiwa kita. terjaminnya kehalalan makanan kita. sangat berpengaruh kepada ketenangan hati dan jiwa kita”.tutup direktur PUKAHA FASYA.

News Reporter
“Terdepan Dalam Pengembangan Peradaban Keislaman Pada Kajian Syariah Dan Hukum Yang Berbasis Pluralitas Keindonesiaan”