Samarinda, Kamis, 25 Maret 2021

Pusat Kajian Halal Fakultas Syariah IAIN Samarinda menyambut tamu rombongan dari Kementerian PPN/Bappenas pada hari Kamis, 25 Maret 2021 di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat Kampus II IAIN Samarinda yang terletak di Jln. H.A.M Rifaddin, Harapan Baru, Loa Janan Ilir, Kota Samarinda.

Kunjungan Kementerian PPN/Bappenas ke IAIN Samarinda adalah untuk melaksanakan Forum Group Discussion guna melengkapi data kajian dalam program pengembangan pembangunan kerjasama Internasional Industri Produk Halal di Kalimantan Timur. Kaltim menjadi salah satu provinsi yang menjadi sorotan, karena Kaltim direncanakan akan menjadi calon Ibu kota Negara nantinya.

Kegiatan FGD ini dibuka oleh Dekan Fakultas Syariah Dr. Bambang Iswanto, M.H, dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa terima kasih dan bersyukur karena dipercayakan menjadi salah satu stakeholder yang diajak duduk bersama mengembangkan industri halal di Kaltim. “Terima kasih kami ucapkan kepada Kementerian PPN/Bappenas atas kunjungannya ke kampus IAIN Samarinda, ini merupakan sebuah anugerah untuk kami Fakultas Syariah khususnya yang diberikan kesempatan untuk bersama berdiskusi mengenai potensi pengembangan kerjasama pembangunan internasional khususnya pada industri produk halal.”sambut Dr.Bambang.

Pengantar Materi FGD disampaikan oleh Direktur Direktorat Politik Luar Negeri Kerjasama Pembangunan Internasional Kementerian PPN/BAPPENAS Dr. Ir. Wisnu. Dalam sambutan pengantarnya beliau menyampaikan terima kasih atas sambutan dan kesediaan Fakultas Syariah untuk memberikan tempat yang sangat nyaman diluar espektasi mereka yang awalnya hanya berencana melaksanakan diskusi sederhana saja. “Alhamdulillah terima kasih kepada Pak Dekan Fakultas Syariah Dr. Bambang Iswanto, M.H dan seluruh jajarannya yang telah menyediakan tempat FGD ini, sangat luar biasa, diluar espektasi kami, yang awalnya hanya ingin berdiskusi sederhana saja.” ucap Dr. Wisnu.

“Indonesia dengan penduduk mayorita Muslim merupakan salah satu negara yang sangat berpotensi menjadi produsen Industri produk halal, dengan hasil bumi yang melimpah, serta banyak industri yang harus dikembangkan untuk mengejar ketertinggalan kita dengan negara lain, seperti Malaysia, Thailand, Jerman, Brazil dan masih banyak negara lain yang sudah sangat fokus mengembangkan industri Halal. Oleh karena itu, kita harus berlari mengejar ketertinggalan kita.” jelasnya.

Kegiatan ini dilaksanakan secara offline dengan mematuhi protokol kesahatan ketat, dengan peserta sejumlah 25 orang dari berbagai pihak dan stakeholder yang ada di Kalimantan Timur. juga dihadiri oleh beberapa peserta online yang disiarkan secara live melalui aplikasi zoom meeting.

Turut hadir pada FGD ini Bapak drh. H. Sumarsongko direktur LPPOM MUI Kaltim, Ibu Rahmah, M. SC Kaprodi Hubungan Internasional Universitas Mulawarman, dan Ibu Maisyarah Rahmi Hasan, Lc., M.A., Ph.D selalu direktur Pusat kajian halal IAIN Samarinda yang menjadi narasumber pada kegiatan ini.

Acara dipandu oleh Ibu Yanti Haryani, S.H.I., M.H sekretaris Sentra Hak Kekayaan Intelektual IAIN Samarinda. Diskusi ini menghasilkan kesimpulan bahwa Kalimantan Timur sangat berpotensi untuk pengembangan Industri halal, bukan hanya Tambang, tetapi tumbuhan hasil laut, bahkan makanan serta fashion muslim pun berpeluang untuk dikembangkan.

Bapak Sumarsongko menjelaskan bahwa ada beberapa produk yang dapat dikembangkan, diantaranya adalah tanaman seperti bawang dayak, sarang burung walet, hasil tambang, hasil laut seperti ikan yang diolah menjadi kerupuk. Dll.

Ibu Rahma juga berkomentar bahwa untuk pengembangan Industri halal secara global dibutuhkan branding halal, quality control yang baik, serta penjaminan bahwa makanan halal sudah teruji secara klinis dari segi keamanan dan kesehatan serta kualitas dari produk yang ingin diekspor ke luar negeri. Juga kita harus memahami style disetiap negara yang dituju, sehingga sasaran pasar dapat tertuju dengan baik.

Ibu Dr. Maisyarah juga menegaskan, bahwa Perguruan Tinggi, khususnya Pusat Kajian Halal IAIN Samarinda mendukung penerapan UU JPH di Kaltim, diantara peran yang dpt dilakukan adalah penerapan sadar halal terutama di lingkungan kampus, juga meningkatkan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat seperti pendampingan UMKM, IKM juga saling mendukung dengan smua stakeholder penerapan Jaminan produk halal di Indonesia.

Semoga kegiatan ini dapat menjadi salah satu ikhtiyar dan kajian yang mendalam sehingga cita-cita Indonesia menjadi produsen Industri halal dapat terwujud segera. Pusat Kajian Halal Fakultas Syariah IAIN Samarida akan terus meningkatkan kajian penelitian yang mendalam dan aktual untuk mengkaji potensi apa yang dapat dikembangkan dan bagaimana strategi pembangunannya, serta penerapan peraturan dan regulasi yang berlaku di Indonesia. Harapan yang besar, penyamaan persepsi seluruh pihak, dan stakeholder sangat penting untuk mewujudkan pengembangan Industri produk halal ini.

Leave a Comment