Pada hari Jum’at, 28 Mei 2021 Fakultas Syari’ah UINSI Samarinda mengadakan kegiatan praktikum Pengukuran Arah Kiblat dengan Metode Rosydul Qiblah / Istiwa’ A’dzom” di halaman Masjid Sultan Aji Muhammad Idris (Masjid Kampus UINSI Samarinda).

Kegiatan ini diisi oleh Bapak Muhammad Aini, S.H., selaku praktisi Ilmu Falak Kota Samarinda, beliau adalah praktisi Astronomi dan Ilmu Falak yang sudah sangat berpengalaman dalam bidang uji akurasi arah kiblat di kota Samarinda.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Hj. Vivit Fitiyanti, M.S.I., selaku dosen Ilmu Falak UINSI Samarinda dan dilaksanakan oleh Lembaga Kajian Ilmu Falak (LKIF) yang dikepalai oleh Al-Ustadz Abd. Syakur, Lc. MH. yang juga merupakan Sekretaris Prodi Hukum Keluarga di Fakultas Syari’ah UINSI Samarinda, kegiatan ini dihadiri oleh para mahasiswa baik dari semester 4 maupun juga semester 6 yang sudah pernah mendapatkan materi Ilmu Falak.

Al-Ustadz Abdul Syakur Lc., M.A. mewakili Dekan Fakultas Syari’ah memberikan sambutan dan juga membuka kegiatan ini secara langsung, dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemateri yaitu, Bapak Muhammad Aini, Lc.MA., yang telah meluangkan waktunya yang sangat berharga untuk berkenan hadir memenuhi undangan dari fakultas Syari’ah untuk menjadi narasumber di kegiatan ini,. Besar harapan agar kegiatan-kegiatan ilmu falak dapat diselenggarakan secara aktif di kampus UIN SI ini, sehingga bisa semakin bermanfaat bagi Masyarakat secara luas, Sambut Ustadz Syakur.  

Metode sederhana yang digunakan dalam praktikum ini adalah dengan menggunakan metode Rosydul Qiblah A’dzom, atau yang disebut juga Istiwa’ A’dzom / Global. Di mana pada tanggal 28 Mei dan 16 Juli pukul 12.15 waktu Makkah atau 17.15 WITA terjadi peristiwa melintasnya matahari di atas Ka’bah. Sehingga bagian bumi manapun yang mengalami siang hari pada waktu tersebut dapat melihat arah yang presisi ke arah kiblat, dan momen ini dapat digunakan untuk meluruskan atau mengecek arah kiblat yang selama ini dipakai.

Dalam sesi praktikum didapatkan hasil bahwa arah kiblat masjid  kampus UIN Samarinda sesuai dengan jatuhnya bayangan tongkat yang diletakkan tegak lurus di halaman depan dan samping masjid, sehingga metode Rosydul Kiblah pada tanggal 28 Mei 2021 ini bisa dibuktikan kebenarannya.  Dalam sesi penutup bapak M. Aini menyampaikan bahwa di dalam hukum menghadap kiblat ada beberapa pendapat ulama di antaranya ada yang mengatakan wajib  ‘ainul ka’bah dan ada yang mengatakan cukup jihatul ka’bah, dan disesi akhir disampaikan harapannya yang besar kepada para peserta dan  khususnya mahasiswa dari fakultas Syari’ah agar betul-betul mempelajari ilmu falak ini dengan serius, sehingga kelak masyarakat akan merasakan manfaat dari keberadaan kita di tengah-tengah mereka, khususnya terkait dengan keIlmuan Falak ini.

Leave a Comment